Rabu, 05 Juli 2017

CAPACITY BUILDING TRAINING


Saat ini dunia mengalami perubahan besar, sebuah proses perubahan yang dapat menimbulkan berbagai kemungkinan. Hanya dalam beberapa tahun, kita telah menyaksikan munculnya masyarakat pasca industri, datangnya era informasi, loncatan ke era komputerisasi, cyberspace, lahirnya bioteknologi, dan tak kurang dari perubahan-perubahan ini, revolusi hubungan antar manusia.
Globalisasi telah menjadikan dunia bagaikan sebuah “kampung", global village. Batas-batas teritorial tidak lagi efektif membendung arus informasi, budaya, pengetahuan, teknologi dan sistem nilai. Regulasi pemerintah semakin terbuka bagi masuknya kompetisi global untuk hampir semua sektor, terlebih setelah kita masuk ke dalam era perdagangan bebas.
Dapat dinyatakan secara aksiomatik bahwa di era globalisasi dewasa ini tidak ada organisasi yang dapat bergerak dalam keadaan terisolasi. Artinya, tidak ada organisasi yang boleh mengambil sikap tidak perduli terhadap apa yang terjadi dalam lingkungan dimana ia bergerak. Salah satu konsekuensi logis dari kenyataan demikian adalah manajemen sumber daya manusia harus peka terhadap berbagai perubahan yang terjadi disekitar organisasi/company, karena perubahan yang terjadi itu akan menimbulkan berbagai jenis tantangan yang harus dihadapi dan diatasi dengan baik.
Untuk dapat mempertahankan dan menegaskan eksistensi organisasi/company pada era kini dan nanti, terlebih untuk memenangkan kompetisi, para pemimpin dan manajer harus mampu berpikir lebih cepat, bekerja lebih cerdas, berimajinasi lebih merdeka, menjalin komunikasi dan berhubungan dengan orang lain dengan cara-cara yang sangat berbeda. Hal yang sangat penting adalah, selalu tersedianya ruang untuk berkreasi dan melahirkan inovasi, ruang untuk menyerap informasi dan pengetahuan baru termasuk untuk kritik dan masukan dari siapapun demi untuk menumbuhkan diri menjadi pribadi lebih besar. Ini bisa dicapai dengan mengembangkan kapasitas diri secara intensif.
Organisasi/company harus bergerak cepat mengadaptasikan diri beserta seluruh komponen manusia di dalamnya untuk menjawab tantangan perubahan yang akan selalu muncul sewaktu-waktu, baik dari sumber internal maupun eksternal. Oleh karena itu, seluruh SDM yang terlibat dalam aktivitas organisasi/company harus disiapkan sedemikan rupa agar mempunyai karakter mental yang kuat, memiliki determinasi diri.
Determinasi bisa diartikan sebagai komitmen yang menggumpal, dedikasi yang terus mengalir dan selalu fokus pada tujuan akhir yang jelas. Konsisten. Percaya bahwa dirinya mampu mengubah nasib untuk menjadi lebih baik. Selalu yakin bahwa diri sendirilah yang paling bertanggungjawab untuk merajut sukses dan mewujudkan mimpi dan harapan, juga menyadari adanya potensi diri (sadar akan kekuatan pikiran, emosi dan tindakan) yang bisa mereka kontribusikan untuk kemajuan organisasi/company.
Orang-orang yang demikian pada akhirnya menjadi manusia tangguh, tidak mudah mengeluh dan tidak pernah menyalahkan orang lain manakala dihadang oleh segumpal tantangan di lapangan. Tidak mudah frustasi terhadap dinamika yang terjadi, lapang dada menerima tantangan dan bahkan mampu menikmati setiap proses yang mengantarkannya kepada pintu keluar dari masalah. Mereka memiliki kegigihan yang luar biasa dalam memperjuangkan visi dan nilai-nilai inti dalam diri, organisasi/company dan nilai-nilai kehidupan universal dalam lingkup yang lebih luas.
Manusia dengan determinasi diri yang kuat  lebih suka selalu menelisik masalah lalu mencari solusi untuk setiap tantangan yang menghadang. Sebab mereka percaya, mengeluh hanyalah layak untuk para pecundang. Dan tentu saja mereka tidak mau disebut sebagai para pecundang.
Karakter inilah yang dibutuhkan untuk memastikan organisasi/company berhasil mencapai visi terbesarnya, terlebih di dalam badai dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian.
Pembantukan karakter inilah yang menjadi fokus utama kami dalam program Capacity Building selama 2 hari dalam  bentuk workshoup in house berjudul How To Create Personal Determination To  Achieve Ultimate Destiny.

 Tujuan Workshop

Setelah mengikuti training ini, para peserta diharapkan mampu :
1.         Mengoptimalkan kepercayaan dan keyakinan diri tinggi dalam menghadapi dinamika perubahan, baik dalam tataran personal maupun organisasi/company.
2.         Mensinergikan kecerdasaan intelektual-emosional-spiritualnya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri.
3.         Membangkitkan keyakinan atau belief  yang positif, serta mampu menebarkannya kepada orang-orang di lingkungan kerjanya.
4.         Memahami pentingnya membangun hubungan baik dalam teamwork.
5.         Meningkatkan spirit menjadi yang terbaik, dalam perencanaan personal maupun profesional .
6.         Memiliki action plan yang jelas dan tegas, namun tetap fleksibel dalam menghadapi perubahan.
7.         Menjadi sosok individu baru yang penuh gairah (passion), gigih (persistence) dan mempunyai komitmen yang menggumpal (determination).
8.         Mampu menciptakan peluang dan terobosan kreatif untuk menunjang jenjang karir demi terwujudnya cita-cita dan harapan.


Program Workshop

Workshop dilaksanakan dalam waktu 2 (dua) hari dengan efektifitas 8 session @ 90 menit. Selama dua hari tersebut, materi dibagi dalam 3 kelompok tema dengan fokus sebagai berikut:

1.       BUILDING PLANNING & BELIEF SYSTEM
þ  Brainware Management
Otak manusia adalah sebuah misteri. Di dalamnya terkandung potensi luar biasa bagi yang bisa menggunakannya secara optimal. Namun sayang, tidak semua orang menyadari, mengerti dan mampu mengoptimalkannya. Oleh karena itu mengetahui bagian-bagian otak, system kerja otak, pengaruh kerja otak terhadap perilaku manusia dan sebagainya menjadi sangat penting.
Dalam topik ini, peserta mendapatkan pelajaran berharga mengenai:
·         Brain Potentials
·         The Three Brain in One (neocortec, limbic system, reptilian brain)
·         Left and Right Brain
·         Conscious and Sub-Conscious mind
·         VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) Learning Styles
·         Personality Intelligence

þ  The Intrapersonal Realm
Kemampuan dan kemapanan diri untuk mengetahui dan mengelola diri sendiri, meliputi:
·         Kesadaran diri
Kemampuan untuk mengenali perasaan dan mengapa perasaan mempengaruhi perilaku diri terhadap orang lain
·         Assertiveness
Kemampuan untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan dengan jelas. Tidak ragu, tidak pasif, dan tidak segan untuk menyampaikan pendapat secara jelas
·         Kemandirian
Kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri serta bebas dari ketergantungan emosional.
·         Respek pada diri sendiri (self regard)
Kemampuan untuk menghargai aspek positif dalam diri. Pada sisi lain, dapat menerima dengan lapang dada aspek negatif yang mungkin ada dalam diri.
·         Aktualisasi diri
Kemampuan untuk merealisasikan kapasitas potensial diri.


þ  The Interpersonal Realm
Kemampuan dan kemapanan diri menyangkut "people skills", yaitu kemampuan untuk berinteraksi dan bergaul dengan orang lain. Hal ini terdiri atas tiga faktor:
·         Empati
Kemampuan untuk memahami apa yang mungkin dirasakan dan dipikirkan orang lain. Merupakan kemampuan untuk melihat dunia sekitar melalui sudut pandang orang lain
·         Tanggung jawab sosial
Kemampuan untuk menunjukkan bahwa individu ikut berperan dan memberikan kontribusi bagi aktivitas sosial atau bagi aktivitas yang terjadi dalam lingkungan sekitarnya.
·         Hubungan antar personal (interpesonal relationship)
Kemampuan untuk mengembangkan, menjaga dan membina relasi yang produktif dan saling menguntungkan

þ  The General Mood Realm
Kemampuan dan kemapanan diri yang menitikberatkan apa sudut pandang diri dalam memandang kehidupan. General mood realm memiliki dua dimensi:
·         Happiness
Kemampuan untuk merasakan kepuasan dengan hidup dan bahagia dengan kehidupan yang dijalani. Kebahagiaan juga berkaitan dengan sudut pandang dalam memaknai rasa syukur. Kebahagiaan tidak hanya mencakup aspek material semata, namun juga mencakup kebahagiaan spiritual
·         Optimisme
Kemampuan untuk selalu melihat sisi yang lebih terang dari kehidupan.  Kecakapan untuk memelihara sikap positif bahkan ketika tengah  menghadapi musibah. Optimism menunjukkan “ level harapan” dari seseorang dalam menyikapi realitas kehidupan.


2. BUILDING COMMITMENT
þ  Building Positive Character
Karakter adalah kata kunci terpenting dalam pembentukan watak dan perilaku manusia. Dalam topik ini, peserta belajar mengasah lima elemen pembentuk karakter, yaitu:
·         Situational Awareness (kesadaran situasional). Makna dari kesadaran ini adalah sebuah kehendak untuk bisa memahami dan peka akan kebutuhan serta hak orang lain.
·         Presense (kemampuan membawa diri). Bagaimana etika penampilan, tutur kata dan tutur sapa, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan akan memberikan impresi bagi penilaian orang lain terhadap diri sendiri.
·         Authenticity (autensitas) atau sinyal dari perilaku yang melandasi penilaian orang lain dalam hal layak atau tidak layak untuk dipercaya (trusted), kejujuran, keterbukaan serta ketulusan.
·         Clarity (kejelasan). Aspek ini menjelaskan kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan ide persuasif sehingga orang lain bisa menerimanya dengan tangan terbuka.
·         Empathy (empati). Aspek ini merujuk pada sikap diri terhadap pandangan dan gagasan orang lain. Dan juga sejauh mana bisa mendengarkan dan memahami maksud pemikiran orang lain.

þ  Peak Performance Building
Untuk meneguhkan perubahan karakter, perlu penyesuaian diri dalam bersikap dan bertindak, meliputi: Ubah Cara Berbicara, Ubah Cara Belajar, Ubah Cara Bergaul dan Ubah Cara Berpikir.
Selanjutnya, dalam topik ini peserta akan belajar lebih dalam lagi mengenai:
·         Proses Mengenal dan Memberi Perhatian pada Hasrat Diri
·         Cara Menuntun Hasrat Menjelma Menjadi Kenyataan
·         Langkah-langkah Efektif Membangun Kebiasaan Positif

þ  Commitment Breakthrough
Komitmen adalah sebuah keputusan untuk “melakukan apa yang perlu dilakukan dalam kondisi apapun juga” . Tidak berkompromi dengan alasan untuk tidak melakukan atau menunda apa yang telah direncanakan. Untuk memiliki komitmen yang menggumpal, peserta diberikan penajaman pembahasan mengenai:
·         Strategi Meningkatkan Semangat, Keyakinan dan Kepercayaan Diri
·         Pentingnya Memiliki “Cash of Passion”, dengan skema: Passion à Goal àStrategy à Plan à Massive Action à Massive Result.
·         The Power of Visualization & Positive Affirmation

þ  Building Success Commitment  with Giving Light Simulation
Dalam topik ini, setiap peserta menuliskan komitmen sukses serta membacakan komitmen tersebut di hadapan seluruh peserta untuk mendapatkan feedback dan apresiasi. Selanjutnya, untuk memastikan bahwa komitmen tersebut benar-benar dijalankan, peserta melakukan simulasi “giving light”.
Esensi dari simulasi ini adalah bahwa ada dan tiadanya diri kita dalam kehidupan haruslah beda. Eksistensi diri harus dinampakkan melalui karya nyata yang memberikan kontribusi signifikan bagi sebanyak mungkin umat manusia. Prinsip yang akan diangkat untuk menutup topik ini adalah “make a history, not just story”.

2.       TAKING ACTION
þ  People Management
Kemampuan dalam membangun diri harus diimbangi dengan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain. Dalam menjalankan semua strategi pengembangan diri, keterlibatan orang lain tidak bisa dihindari atau diabaikan. Kemampuan membangun sinergi dan kolaborasi harus terus menerus diasah, meliputi:
·         Cara Efektif Menawarkan Ide dan Gagasan kepada Orang Lain
·         Cara Efektif Mempraktekkan Prinsip-Prinsip Hubungan Antar Manusia
·         Cara Efektif Membangun Tim yang Solid
·         Cara Efektif Membangkitkan Motivasi bagi Orang Lain

þ  Creative Problem Solving & Risk Management
Pada saat membangun hubungan dengan orang lain, sangat mungkin terjadi masalah yang memicu konflik. Berikut ini hal-hal yang harus dikuasai untuk mengatasi timbulnya masalah sekaligus mengelola resiko:
·         Metode mendifinisikan Masalah
·         Metode Menciptakan Pemikiran Kreatif

·         Cara Menciptakan Iklim Kreatif 

#Trainer Cipto Utomo FM

Related Posts

CAPACITY BUILDING TRAINING
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.